Langsung ke konten utama

Metode Manufaktur

 

K

ombinasi operasi dan aktivitas, yang digunakan untuk membuat barang dan jasa, dikenal sebagai sistem atau metode manufaktur. Oleh karena itu metode manufaktur dapat dipandang sebagai kelompok sub-sistem yang independen, masing-masing sub-sistem melakukan fungsi yang berbeda. Sub-sistem yang berbeda dapat menjalankan fungsi yang berbeda, namun mereka saling terkait dan perlu disatukan untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan. Metode pembuatan perlu berinteraksi dengan lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal adalah kombinasi dari aktivitas teknik, pemasaran, personalia dan akun, sedangkan lingkungan eksternal terdiri dari pelanggan, pesaing, pemasok, serikat pekerja, dan lain sebagainya. Pemilihan metode manufaktur merupakan keputusan strategis bagi sebagian besar organisasi. Keputusan tentang metode produksi memiliki pengaruh langsung pada aspek-aspek penting seperti biaya produksi dan kualitas. Setiap kesalahan dalam pengambilan keputusan tentang metode manufaktur terbukti akan sangat merugikan bagi organisasi. Selanjutnya, dalam kasus seperti itu, perubahan atau perbaikan di kemudian hari akan sangat mahal untuk dilakukan. Sistem yang dipilih harus sedemikian rupa sehingga dapat memberikan keluaran yang diinginkan, kualitas yang dibutuhkan dan biaya yang dapat dihemat.

 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI METODE MANUFAKTUR

Tidak ada metode manufaktur terbaik untuk produk apa pun. Pemilihan metode tergantung pada berbagai keadaan yang akan dibahas kemudian, tetapi apapun metode yang dipilih, pada prinsifnya harus memenuhi dua tujuan dasar, yaitu:

(i)          Harus dapat memenuhi spesifikasi produk akhir, dan

(ii)        Harus hemat biaya.

Spesifikasi produk dapat dipenuhi dengan memilih teknologi yang tepat, namun itu bukanlah tugas yang mudah. Karena spesifikasi yang lebih ketat menambah biaya produk, selalu ada pertukaran antara spesifikasi yang diinginkan dan biaya untuk mencapai spesifikasi tersebut. Misalnya, mesin cetak injeksi yang canggih dan plastik berkualitas tinggi dapat menghasilkan boneka yang sangat baik dengan harga murah asalkan diproduksi dalam jumlah besar. Akan tetapi, jika permintaan produk mereka terbatas, maka dimungkinkan tidak dapat bersaing dengan boneka “buatan sendiri” yang diproduksi dalam jumlah kecil dan dijual dengan harga yang lebih murah dari versi cetakan. Faktor - faktor yang menentukan pilihan proses pembuatan adalah sebagai berikut:


1.      Pengaruh Volume dan Variasi

Salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan proses adalah volume/ variasi produk. Variasi produk yang tinggi (yaitu banyak varian produk dalam satu atau beberapa unit produk) membutuhkan tenaga kerja yang sangat terampil, mesin tujuan umum, sistem perencanaan dan kontrol produksi yang terperinci dan canggih. Di sisi lain, variasi produk yang rendah (yaitu satu atau sedikit produk yang diproduksi dalam volume besar) memungkinkan penggunaan tenaga kerja berketerampilan rendah, proses produksi massal yang sangat otomatis menggunakan mesin tujuan khusus dan sistem perencanaan dan kontrol produksi yang sederhana. 


  1. Kapasitas Pabrik

Volume penjualan yang diproyeksikan merupakan faktor utama yang mempengaruhi dalam menentukan apakah perusahaan harus melakukan proses intermiten atau berkelanjutan. Biaya tetap tinggi untuk proses kontinyu dan rendah untuk proses intermiten, sementara biaya variabel lebih banyak untuk proses intermiten dan lebih sedikit untuk proses kontinu. Oleh karena itu, proses intermiten akan lebih murah untuk dipasang dan dioperasikan pada volume rendah dan proses berkelanjutan, serta akan ekonomis jika digunakan pada volume tinggi.


  1. Fleksibilitas Produksi

Fleksibilitas menyiratkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. Fleksibilitas dan keragaman produk saling terkait. Jika lebih banyak variasi yang akan diproduksi, maka fasilitas manufaktur harus disamaratakan dan bergantung pada volumenya, tingkat kesamaan pun perlu dijustifikasi. Kesamaan yang lebih besar menuntut manufaktur berselang terkait dengan persediaan yang lebih tinggi, waktu tunggu manufaktur yang besar, serta perencanaan dan kontrol yang rumit.


 

4.     Waktu Tunggu

Waktu tunggu lebih tepat disebut waktu tunggu pengiriman yang diharapkan oleh pelanggan (yaitu seberapa cepat permintaan harus dipenuhi tanpa kehilangan penjualan) adalah faktor berpengaruh utama lainnya dalam pasar yang kompetitif. Pada umumnya pengiriman lebih cepat diharapkan di pasar yang kompetitif. Sehingga produk mungkin perlu diproduksi untuk disimpan dengan menggunakan prinsip-prinsip produksi batch/ produksi massal.


  1. Efisiensi

Efisiensi mengukur kecepatan dan biaya proses transformasi. Efisiensi menjadi pusat perhatian jika produk diproduksi secara massal. Namun untuk memproduksi suatu produk secara massal, diperlukan volume penjualan yang lebih besar. Oleh karena itu, bergantung pada volume penjualan, variasi produk harus dipertimbangkan dan proses yang mempengaruhi efisiensi terbaik dalam hal penggunaan mesin dan tenaga kerja yang harus dipilih.


6.   Lingkungan

Lingkungan membawa teknologi baru dan memaksa adopsi proses manufaktur baru. Misalnya, logam dan plastik secara bertahap menggantikan furnitur kayu. Sebuah unit manufaktur furnitur harus mengubah teknologinya (yaitu mengubah dari satu produksi ke produksi batch) agar sesuai dengan perubahan waktu. Demikian juga dengan preferensi pasar yang berubah karena mode atau alasan lain, proses pembuatan juga harus diubah.

 

KLASIFIKASI METODE MANUFAKTUR


Metode manufaktur diklasifikasikan ke dalam lima kelompok:


Produksi berbasis proyek (project production), di mana satu tugas yang bersifat kompleks dilakukan untuk penyelesaian dalam periode tertentu dan dalam perkiraan pengeluaran.

Produksi berbasis job (jobbing production), di mana satu atau beberapa unit produk diproduksi sesuai kebutuhan pelanggan dalam tanggal tertentu dan dalam harga yang ditetapkan sebelum penandatanganan kontrak.

Produksi berbasis batch (batch production), di mana kuantitas terbatas dari setiap jenis produk diizinkan untuk diproduksi pada satu waktu.

Produksi massal dengan aliran (mass and flow production), di mana proses produksi dilakukan pada satu mesin atau pada sejumlah mesin, diatur sesuai dengan urutan operasi dan beberapa produk diproduksi dalam satu waktu dan disimpan di gudang menunggu penjualan.

Proses produksi (process production) di mana proses produksi dilakukan untuk periode yang tidak terbatas. 

 PEMILIHAN METODE MANUFAKTUR

Lima metode manufaktur yang dirujuk di atas adalah versi sederhana dari apa yang ditemukan dalam praktik. Sangat sedikit organisasi yang hanya menggunakan salah satu dari metode manufaktur ini dalam arti murni. Sebagian besar organisasi menggabungkan dua atau lebih bentuk murni ini untuk menghasilkan komponen dan produk akhir. Misalnya, produsen mobil, peralatan listrik rumah tangga, dan lain sebagainya. Menggunakan produksi berbasis batch untuk membuat komponen dan mengalirkan produksi untuk perakitan akhir.

 RINGKASAN

Dua bentuk ekstrim dari metode manufaktur adalah produksi berbasis proyek dan produksi berbasis berkelanjutan. Produksi berbasis proyek adalah penugasan tunggal yang bersifat kompleks sementara produksi berbasis berkelanjutan adalah pembuatan dalam jumlah tak terbatas dalam sekali jalan. Di antara dua ekstrem ini terdapat empat metode manufaktur yang berbeda yaitu: produksi kerja, produksi batch, produksi massal, dan produksi proses. Tingkat pengulangan meningkat dari produksi kerja ke produksi batch. Faktor-faktor berbeda yang mempengaruhi pemilihan metode produksi meliputi volume, variasi, kapasitas, fleksibilitas, efisiensi dan lingkungan. Sangat sedikit organisasi yang hanya menggunakan satu dari metode manufaktur ini dalam bentuknya yang murni. Kebanyakan organisasi menggabungkan dua atau lebih dari bentuk murni ini. Metode produksi memiliki siklus hidu serta analisis titik impas sangat membantu dalam memilih metode produksi yang optimal.      


Sumber: Pawar, Avinash, M.Kusmiati, A.Suryaningprang, 2020, Manajemen Operasi dan Produksi, CV. Aksara Global Akademia.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANAJEMEN OPERASI DALAM JASA Pendahuluan Manajemen operasi adalah kegiatan yang terlibat dalam perencanaan, organisasi, dan pengendalian proses yang mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa. Dalam industri jasa, manajemen operasi berfokus pada penciptaan dan pengiriman jasa yang efisien dan efektif kepada pelanggan. 1. Karakteristik Jasa Ketidakberwujudan (Intangibility) : Jasa tidak dapat diraba, dilihat, dirasakan, didengar, atau dicium sebelum dibeli. Ketidakdapatandisimpanan (Perishability) : Jasa tidak dapat disimpan untuk dijual di kemudian hari. Ketidakdapatandisamakan (Variability) : Mutu jasa dapat bervariasi tergantung siapa, kapan, dan di mana jasa tersebut diberikan. Ketergantungan pada Pemberi Jasa (Inseparability) : Jasa biasanya diberikan dan dikonsumsi secara bersamaan. 2. Proses Produksi Jasa Dalam jasa, proses produksi sering kali bersifat simultan dengan konsumsi. Beberapa tahapan dalam proses produksi jasa meliputi: Penilaian Kebutuhan Pelanggan : Memahami apa y...
Tugas Analisis dan Simulasi Operasi Produksi (UTS) kls 4a, 4b, 4c Latar Belakang: Dalam dunia industri, keputusan produksi harus dibuat berdasarkan analisis mendalam untuk memastikan efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan. Teknologi saat ini, seperti simulasi, memungkinkan perusahaan untuk memvisualisasikan dan menguji berbagai skenario produksi sebelum mengimplementasikannya di dunia nyata. Instruksi Tugas: Pilih sebuah industri atau perusahaan. Ini bisa berdasarkan pengalaman kerja Anda, kunjungan industri, atau perusahaan yang Anda minati. Identifikasi salah satu tantangan operasional yang dihadapi oleh industri atau perusahaan tersebut. Contoh: waktu tunggu yang panjang, inventori yang berlebihan, atau kapasitas produksi yang tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Gunakan software simulasi (seperti Arena, Simul8, atau software lain yang relevan) untuk menciptakan model operasional perusahaan atau industri yang Anda pilih. Jika Anda tidak memiliki akses ke software tersebut, And...
PERENCANAAN PEMELIHARAAN MESIN Pendahuluan Mesin adalah komponen kritikal dalam operasi manufaktur, pertanian, transportasi, dan banyak industri lainnya. Agar mesin berfungsi dengan optimal dan memiliki umur panjang, perawatan yang baik dan rutin adalah kunci. Oleh karena itu, perencanaan pemeliharaan mesin menjadi vital. 1. Tujuan Perencanaan Pemeliharaan Mesin Memastikan operasi mesin yang stabil dan efisien. Mengurangi downtime atau waktu henti mesin. Meningkatkan umur pakai mesin. Mengurangi biaya perbaikan yang tidak terduga. 2. Jenis-Jenis Pemeliharaan Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenance) : Pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan jadwal atau interval tertentu, sebelum terjadi kerusakan. Pemeliharaan Korektif (Corrective Maintenance) : Pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan. Pemeliharaan Prediktif (Predictive Maintenance) : Pemeliharaan berdasarkan prediksi kerusakan dengan memanfaatkan teknologi monitoring seperti sensor. 3. Langkah-langkah Perencanaan ...